Ilmu Yakin

Benda di foto ini.. Pemberian salah seorang ibu yang sudah kuanggap sebagai keluarga. Awalnya, beliau memintaku memilihkan satu diantara dua pin kerudung yang sama-sama cantik. Setelah menimbang-nimbang, kulabuhkan pilihanku pada pin berbentuk untaian beraksen putih dengan rangka berwarna keemasan. Beliau tersenyum lalu mengangsurkan pin itu ke tanganku. Aku terkejut. Belum sempat aku mengucapkan terima kasih, beliau berlalu menuju kursi belakang.

Buk, aku menyayangimu. Meskipun aku tak terlahir dari rahimmu. Terima kasih karena sudah menganggapku sebagai keluarga sendiri. Dengan sepenuh cinta engkau pernah bertanya kepadaku, kapan aku akan menyempurnakan separuh agamaku. Saat itu, aku hanya membalasnya dengan senyuman. Aku husnudzon bahwa saat itu engkau tengah khatam meresapi coretan usang cerbung di blogku yang tak kunjung selesai.

Allah mengirimkan orang-orang terbaik di hidupku. Mereka tak hanya berarti, tetapi juga memberi banyak pelajaran. Hadirnya disyukuri, jauhnya jarak menyisakan kenangan. Benar kata guruku, bahwa kita hanya butuh ilmu yakin. Yakin kepada Allah dalam hal apapun. Yakin kepada Allah bahwa selama kalian mau bertawakkal, Allah akan hadirkan jalan dari arah yang tak disangka-sangka. Yakin bahwa selama kita berkomitmen menolong agama Allah, Dia akan mengurai segala kesulitan kita.

Ilmu yakin. Aku serasa baru mengenalnya setelah mempelajari 3 isi kitab yang diulang bertahun lamanya. Selama itu, guru-guruku mencoba menghunjamkan ilmu itu, berbekal keyakinan bahwa suatu saat aku akan paham. Bukan perkara gampang tatkala aku ingin menyerah lalu berancang-ancang mundur sejenak. Hanya menepi. Tetapi alhamdulillah tak sampai berpikir ingin lari ke pantai lalu menenggelamkan diri bersama deburan ombak.

Sesulit itukah ilmu yakin itu? Kurasa iya. Sebab jalannya logika ketika semua pintu seakan tertutup maka pasti tak akan ada jalan. Tetapi Allah telah membantahnya dalam Alquran. Wa may yattaqillaha yaj’al lahu makhrooja. Janji Allah itu pasti. Maka di balik kesulitan, Dia bersamakan dengan dua kemudahan.

Pin ini. Mungkin sebentuk tamparan sayang dari Allah. Bahwa masih banyak mereka yang menyayangimu tanpa syarat. Semata karena keimanan. Aku yakin dirimu juga pernah mengalami kisah serupa. Hanya saja saat itu kau mungkin lupa bahwa semua itu adalah skenario dari Allah.

Maka shalihaah.. Jangan pernah takut kehilangan. Sebab sejatinya tak ada yang benar-benar kepunyaan kita di dunia ini. Melainkan semuanya milik Allah. Harta kita. Jabatan kita. Keluarga kita. Diri kita. Bahkan tanah yang kita tinggali, semua itu kepunyaan Allah.. Maka refleksi syukur terbaik adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pun poin itu semestinya diterapkan juga dalam hal bernegara.

Sebab, wahai diri.. Apapun nikmat yang didatangkan padamu, maka itu semua adalah kehendak Allah. Berterima kasihlah kepada manusia seraya menyempurnakan ketaatan kepada Allah dengan ibadah dan dakwah. Dakwah dan ibadah. Semoga Allah mengampuni segala ketertatihan diri ini dalam upaya menuju khairu ummah. Umat terbaik. Ilmu yakin, sempurna tertuang dalam bahasan akidah. Barangkali aku harus terus belajar sepanjang hayat. Agar ilmu yakin itu tak menguap suatu saat lantaran silau karena kehidupan dunia.

Maka, jika ada yang bertanya kepadamu. Pilih ngaji atau kehilangan?” Maka Bismillah, yakin saja “Ngaji.” Meskipun engkau tak tahu kejadian apa yang menimpamu esok hari.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah..

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s