NGAJI BERSERI #13 CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH (3)

Assalamu’alaykum sahabat.. Sudah baca kan tulisan sebelumnya? Kalau sudah, mari kita bahas tentang beberapa keutamaan dan besarnya pahala bagi orang yang saling mencintai dan membenci karena Allah..

Pertama, mereka akan mendapatkan naungan dari Allah. Kedudukan mereka setara dengan pemimpin yang adil, pemuda yang semasa hidupnya senantiasa beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya selalu terpaut pada masjid, seorang yang menolak jika diajak berzina oleh orang yang berkedudukan lagi cantik, orang yang menginfakkan hartanya secara diam-diam, dan orang yang meneteskan air matanya karena mengingat kepada Allah. Kesemua yang disebutkan di atas kelak akan mendapatkan naungan dari Allah ketika tidak ada naungan selain-Nya. Jika di dunia kita merasa aman karena mendapatkan perlindungan dari orang yang kuat dan terpandang, tentu lebih membahagiakan bila yang kita dapatkan adalah naungan langsung dari Allah.

Kedua, kepada mereka diserahi mimbar-mimbar dari cahaya yang bahkan para sahabat pun mencemburui kedudukan mereka. Dalam hadist diriwayatkan bahwa ketika para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai ciri-ciri mereka, Rasulullah SAW menjawab, “Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai dengan karunia dari Allah. Mereka tidak memiliki hubungan  nasab dan tidak memiliki harta yang dikelola bersama. Mereka tidak merasa takut ketika banyak manusia merasa takut. Mereka tidak bersedih ketika banyak manusia bersedih.” Kemudian setelah itu Rasulullah SAW membacakan Surat Yunus ayat 62.

Ketiga, mereka akan membersamai orang-orang yang dicintainya, meskipun ia belum mampu beramal seperti amalan mereka. Dalam beberapa hadist diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.” Bahkan, beberapa sahabat merasa termotivasi setelah mendengar pernyataan beliau. Rasulullah dalam salah satu hadistnya juga mengatakan bahwa loyalitas kepada Allah, dengan mencintai dan membenci sesuatu karena Allah, merupakan tali keimanan yang paling kuat.

Orang-orang yang memberikan loyalitasnya kepada Allah, maka berarti ia telah sempurna imannya. Mereka-mereka ini adalah orang yang memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, dan menikah karena Allah. Mereka yang saling mencintai karena Allah, keduanya akan dimasukkan ke dalam surga. Barangsiapa yang cintanya lebih besar, derajatnya ditinggikan dan ia akan digabungkan dengan orang-orang yang mencintai karena Allah. Mereka juga disunnahkan untuk saling mengabarkan kecintaan tersebut dan saling mendoakan satu sama lain. Sebab, malaikat turut mengaminkan doa seseorang pada saudaranya dan ia juga akan mendapatkan kebaikan serupa.

Keempat, mereka akan mendapatkan kecintaan Allah. Sesungguhnya ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di kota lain, kemudian malaikat datang kepadanya dan menanyakan perihal kepergiannya. Ketika orang tersebut menjawab bahwa ia tidaklah mengunjungi rumah saudaranya melainkan atas dasar kecintaan kepada Allah, maka malaikat itu menyampaikan sesuatu kepada orang tersebut. Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu. Aku diperintahkan untuk mengatakan bahwa Allah sungguh telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu itu karena Allah.”

Kelima, kepada mereka diberikan pahala yang sangat besar sesuai dengan kadar kemampuannya mencintai saudaranya. Diantara bentuk perbuatannya adalah bersikap baik kepada saudara, berusaha membantu kebutuhan mereka, dan berupaya menghilangkan kesusahannya. Dengan membantu menghilangkan kesusahan mereka, menjadi sebab dihilangkannya salah satu kesusahan kita di hari kiamat. Barangsiapa yang berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya, niscaya Allah akan memberikan ganjaran berupa pemenuhan kebutuhannya tiada henti. Bahkan, apabila kita menampakkan kepada mereka hal-hal yang disukainya, itu menjadi sebab didatangkannya kebahagiaan kepada kita oleh Allah di hari kiamat.

Selain itu, kita juga disunnahkan untuk saling memberi hadiah kepada orang yang dicintai. Jika kita diberi hadiah, maka kita disunnahkan untuk membalasnya. Namun apabila kita tidak mendapati sesuatu untuk diberikan, minimal kita mengucapkan jazaakallah khayran (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) kepada mereka. Meskipun hanya sebuah ungkapan, tetapi itu termasuk balasan yang setimpal dan pujian yang sangat baik.

Kita juga dianjurkan membela saudara kita dan melindungi kehormatannya saat ia tidak ada. Sebab, barangsiapa yang melakukan demikian, maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka di  hari kiamat kelak. Selain itu, seorang muslim diwajibkan oleh Allah untuk  menerima permintaan maaf saudaranya, menjaga rahasianya, serta menasehatinya. Adapun perkara nasehat, ini merupakan salah satu hak seorang muslim di samping ucapan salam ketika bertemu, memenuhi undangan, menjawabnya ketika bersin, menjenguknya ketika sakit, dan mengantarkannya sampai ke liang lahat.

Tulisan ini semoga menjadi cambuk bagi penulis pribadi, dan mengingatkan di kala lupa, bahwasannya penulis pernah menorehkan hal ini. Semuanya agar penulis tidak diumpakan sebagai keledai yang membawa barang berat tetapi menyusahkan, atau seperti kayu yang tersandar. Oya, jika sahabat bertanya kenapa bisa penulis menyusun tulisan ini, jangan heran sebab ana menuliskannya sambil baca kitab..hehe

Wallahu waliyyut taufiq was sadad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s