NGAJI BERSERI #7 JILBAB, HIJAB, KHIMAR?

Assalamu’alaykum sahabat.. Bagaimana kabarnya? Semoga tetap semangat menjalani ibadah di bulan Ramadhan ya..karena hampir masuk 10 hari terakhir Ramadhan.. Hmm bicara tentang judul tulisan, kok bikin penasaran ya? Jilbab, hijab, dan khimar? Bukannya semuanya sama ya? Ketiganya sama-sama istilah yang biasa kita kenal sebagai kain penutup kepala. Bedanya, kalau hijab kita tahunya mengikuti tren. Kalau jilbab, khimar, dan kerudung? Ngg..

Hehe biar gak bingung lagi, yuk kita bahas.. Sebelum itu, baiknya kita deal dulu.. Kalau misalkan ada istilah dalam Alquran, kita merujuk ke pengertiannya dalam bahasa Arab ya..bukan merujuk ke pengertian dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Amerika, dan sebagainya. Penyebabnya, Alquran yang berbahasa Arab diturunkan pada orang Arab, sehingga yang paling tau pengertian istilah-istilah dalam Alquran ya orang Arab. Kita mah bisa apa selain sami’na wa atho’na. Satu lagi, ternyata dibandingkan dengan bahasa Indonesia dan Inggris, kosakata dalam bahasa Arab jauh lebih banyak.

Nah..mumpung bulan puasa, enaknya cerita tentang makanan..hehe Salah satu makanan yang laris saat Ramadhan adalah buah kurma. Kurma ini ternyata disunnahkan oleh Rasulullah sebagai ta’jil (santapan berbuka, kalau buka puasa istilahnya ifthar) disamping air putih. Kalau berbuka dengan kurma, selain dapat sunnahnya, gizinya juga dapat. Istilahnya, sambil menyelam minum air. Hehe Asal niatnya untuk mendapatkan sunnah, nggak fokus ke khasiat atau manfaatnya yang besar. Kalau kurmanya nggak ada, baiknya buka puasa dengan air putih dulu. Kolak pisang, es doger, kelapa muda, dan sejenisnya nanti aja dimakannya.

Cerita tentang kurma, jadi ingat dulu pernah dapat artikel. Kalau di Arab, istilah untuk kurma itu sendiri ternyata beda-beda. Ada kurma kering, kurma basah, nggak tahu apa ada istilah yang lainnya (kalau nggak paham bahasa Arab ya gini TT). Kalau kurma kering namanya tamr. Kalau kurma basah namanya ruthab. Kalau di Indonesia namanya kurma aja. Just kurma..hehe

Itu cerita tentang kurma. Kita balik lagi ke pembahasan judul di atas. Kan tadi kita sudah deal, berarti kalau ada istilah lainnya dalam Alquran, kita merujuk ke bahasa Arab juga. Nah..mengenai hijab, ternyata banyak dari kita yang salah persepsi. Selama ini, yang kita kenal hijab itu ya begitu, yang modis, dililit ke leher, terus bagian belakang sanggulnya nyembul ke atas sedikit seperti punuk unta.

Padahal, istilah hijab itu nggak selalu identik dengan penutup kepala. Istilah hijab sebenarnya berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi. Sederhananya, al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. Sedangkan dalam Alquran, hijab artinya penutup secara umum, bisa berupa tirai pembatas, kelambu, papan pembatas, dan lainnya. Jadi, kalau kita shalat di masjid terus ketemu papan pemisah antara jama’ah perempuan dan laki-laki, itu bisa dikatakan hijab. Makna lain dari hijab, bisa juga sesuatu yang menutupi atau menghalangi diri. Ketika kita sering bermaksiat maka lama-lama hati kita bisa terhijab dari Allah. Naudzubillah semoga kita tidak begitu ya sahabat..

Mengenai istilah kedua yaitu jilbab, ternyata istilah ini ada dalam Alquran dalam surat Al-Ahzab ayat 59. Di sana terdapat frasa yudnina ‘alayhinna min jalabibihinna, yang maknanya adalah hendaklah para wanita mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh mereka dan menutupi wajah dan kedua telapak tangan mereka. Diceritakan bahwa pada masa permulaan Islam, para wanita masih terbiasa ke luar dengan pakaian sehari-hari dan memakai kerudung sehingga tidak dapat dibedakan antara wanita merdeka dengan wanita hamba sahaya (budak). Ketika para budak wanita keluar malam karena hendak menunaikan hajat, mereka kerap diganggu oleh sekelompok pemuda. Begitu juga dengan wanita-wanita merdeka. Ketika ditanya, para pemuda itu kerap beralasan, “kami kira, dia budak.” Oleh karena itu datanglah perintah kepada para wanita merdeka untuk memakai jilbab agar mereka dapat dibedakan dengan wanita budak  dan tidak diganggu pemuda iseng.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam bukunya Sistem Pergaulan dalam Islam menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan jilbab adalah milhafah (semacam mantel atau jubah) dan apa saja yang digunakan menutupi tubuh seperti kisa’ (jubah) atau yang lain. Jilbab bisa juga diartikan sebagai ats-tsawb (pakaian) yang dapat menutupi seluruh tubuh. Dalam Kamus al-Muhith dinyatakan, jilbab itu adalah seperti sirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita tanpa baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jilbab adalah pakaian luar wanita yang berbentuk seperti terusan atau lorong, bukan potongan. Jilbab ini dipakai di sebelah luar pakaian sehari-hari (mihnah). Dipakainya dalam kehidupan umum (misal di luar rumah, di pasar, di sekolah, dan lain-lain).

Pertanyaannya, apa nggak panas kalau pakai mihnah plus jilbab, ditambah khimar? Hmm..masih untung kalau yang tinggalnya di daerah dingin. Kalau Indonesia, selain beriklim tropis, dilalui garis khatulistiwa pula. hehe Tenang sahabat..panasnya secuil aja.. Secuil dibandingkan panas api neraka..hehe Nanti sampai di rumah juga panasnya hilang kalau ketemu kipas angin. Sahabat nggak mau kan disiksa dalam api neraka? Kulit cantiknya dibakar, habis itu utuh lagi, dibakar lagi, utuh lagi, begitu seterusnya..TT

Terakhir, mengenai khimar, kita diwajibkan untuk mengenakannya. Dalilnya yaitu Surat An-Nur ayat 31. Di sana, terdapat perintah untuk menjulurkan khimar hingga bagian dada. Ibnu Katsir memberikan pengertian bahwa khimar yaitu qina‘ (kerudung) yang memiliki ujung-ujung, yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dada dan payudaranya.

Dari pengertian di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa khimar itu berupa kain kerudung yang diulurkan hingga menutupi bagian dada. Berarti, kalau belum menutupi bagian dada, itu belum memenuhi syarat khimar. Kalau kita tetap kekeuh pakainya, berarti perintah Allah dalam surat An-Nur ayat 33 belum terealisasi. Itu artinya, kita masih tetap berdosa sahabat..TT

Hmm ternyata menutup aurat ketika ke luar rumah dengan memakai khimar dan jilbab hukumnya wajib sahabat.. Karena nggak bisa ketika kita pengen ke luar rumah, terus pengen tutup aurat, walhasil pakai mantel aja biar gampang. Di lain sisi, kewajiban menutup aurat ternyata juga diiringi dengan kewajiban lainnya seperti nggak tabarruj, nggak ketat dan transparan, nggak dikasih parfum, dan sebagainya. Sst mengenai keharaman memakai parfum, ada dalilnya juga lho. Dalam hadist dikatakan bahwa wanita mana saja yang keluar rumah memakai parfum agar baunya tercium oleh orang lain, maka diibaratkan wanita itu seperti pelacur. Kita nggak mau kan dilabeli pelacur oleh Allah? Naudzubillah.

Waah kok syaratnya banyak begitu? Ribet ya ternyata jadi seorang muslimah? Hmm nggak kok sahabat.. Allah nggak pernah ngasih perintah ke kita yang nggak bakal bisa kita jalani. Belum pernah ada dalam sejarah seorang wanita mati karena tubuhnya kekurangan asupan udara segar. Yang ada, wanita yang mati di tangan pemuda-pemuda nafsu karena si wanita dengan santai mengumbar auratnya.

Penulis juga pernah lihat video seorang wanita muslimah yang lagi jalan di mall. Tiba-tiba wanita itu jatuh. Sontak, yang berada di tempat kejadian refleks bantu wanita muslimah tadi. Respon orang-orang beda ketika yang jatuh adalah wanita biasa yang buka-bukaan aurat. Jelas, mereka lebih menghargai dan menghormati si muslimah tadi.

Ada juga yang berseloroh, “Aku nggak mau nutup aurat, karena kalau makin tertutup, makin banyak yang suka sama aku.” Hihih kalau sahabat sudah menjalankan kewajiban dengan menutup aurat, sisanya serahkan kepada Allah. Kalau masih ada yang iseng, itu mah laki-lakinya aja yang salah karena nggak bisa jaga pandangan. Kitanya nggak dosa sahabat..kecuali kalau kita ikutan ngisengin juga. Insyaallah kalau laki-laki baik sudah pasti makin jaga pandangan kalau ketemu wanita muslimah. Hehe

Semoga bermanfaat. Lebih lengkapnya sahabat baca di buku saja.. Baarokallah fiikum. Ditunggu edisi berikutnya..

Wallahu waliyyut taufiq was sadad

#NgajiIslamKaaffah
#NgajidiHTI
#Darimulutkemulut
#BelajarNulis
#Revowriter
#Ideowriter

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s