Posted in Terjemah

Bagaimana Penggunaan Classical Conditioning untuk Mempengaruhi

Oleh: Yasmin Malik


Classical Conditioning
merupakan istilah yang sering digunakan oleh para psikolog. Sederhananya, Classical Conditioning menggambarkan proses belajar melalui asosiasi. Pengamatan mengenai hal ini telah dilakukan oleh Ivan Pavlov. Ia mempelajari tentang peranan saliva dalam proses pencernaan anjing secara tiba-tiba. Anjing mengeluarkan saliva ketika bertemu dengan makanan, namun seiring waktu Pavlov menemukan bahwa anjing tersebut mulai mengeluarkan saliva bahkan sebelum kontak langsung dengan daging. Anjing akan mengeluarkan kalenjar saliva ketika tuannya datang untuk memberi makan.

John B. Watson kemudian melanjutkan studi ini pada manusia, yaitu pada bayi Albert. Pada awal eksperimen, Albert tidak menunjukkan ketakutan pada tikus putih. Tetapi dengan menyertakan pemandangan tikus putih dengan suara yang sangat keras, Albert kemudian menunjukkan ketakutan pada hewan tersebut.

Kaum Muslimin harus hati-hati dengan hal ini, dimana proses pembelajaran ini digunakan untuk mempengaruhi kecendrungan dan perilaku kita. Selain itu, pembelajaran ini disalahgunakan untuk menyimpangkan perilaku manusia, atau sebaliknya menjadi jalan untuk membaikkan perilaku mereka.

Kita melihat bahwasannya Classical Conditioning digunakan sehari-hari di media-media Barat oleh para politisi mereka. Dengan retorika anti-Islam dan taktik framing, mereka telah menjadikan gambaran Muslim terlibat dengan tindakan terorisme dan pembunuhan, serta menanamkan perasaan takut, marah, bahkan jijik terhadap mereka. Sejauh ini, penggambaran negatif tersebut bahkan dilakukan terhadap hampir pada setiap simbol-simbol Islam.

Proses ini dilakukan secara intens sehingga kita melihat bahwasannya hampir setiap simbol sakral dalam Islam dan nilai-nilai Islam dalam beberapa cara dikaitkan dengan hal yang negatif. Sebagai contoh, hijab sering dikaitkan dengan gambaran perempuan yang dilecehkan dan tertindas. Gambaran tersebut secara otomatis menuai perasaan jijik dan memalukan. Ketika hijab terus menerus dikaitkan dengan gambaran ini dan perasaan ini, hijab, secara sendirinya akan menghasilkan gambaran negatif tersebut. Hal ini kemudian ikut mempengaruhi non-muslim.

Hal yang sama kita lihat pada bulan Ramadhan dan puasa. Kegiatan berpuasa ini dibangga-banggakan di Barat, namun tidak didasari pada keimanan, namun dengan diet dan kesehatan. Akan tetapi, ketika kita berbicara tentang berpuasa di bulan Ramadhan, dan menghubungkannya dengan keimanan kepada Allah, maka mulailah diskusi dan seluruh berita negatif dikaitkan dengan kegiatan ini. Sehingga meluas pada istilah yang terdengar menarik bagi non-muslim, seperti berempati pada orang miskin atau memiliki dampak baik bagi tubuh.

Proses Classical Conditioning, juga berpotensi untuk mengarahkan kita pada perilaku yang benar. Misalnya, kita melihat Alquran telah melakukannya dengan berbagai cara untuk mencegah seseorang dari berperilaku membahayakan dan untuk mempengaruhi kecendrungannya seseorang ke arah yang benar. Alquran menjadi contoh yang sangat kuat dalam hal ini, seperti yang tertera dalam firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Pengibaratan memakan bangkai saudara sendiri akan menjadikan seseorang merasa jijik tatkala ingin bergunjing. Hal ini membantu kita agar jauh-jauh dari perilaku ini. Metoda untuk menjadikan diri kita terhindar dari perbuatan menjijikkan ini yaitu dengan membangkitkan perasaan jijik sekuat mungkin dengan perilaku tersebut. Secara praktis hal ini akan mengharuskan kita untuk membaca Alquran sesering mungkin agar perasaan itu makin bertambah dan bertambah sehingga kita terhindar darinya.

Classical Conditioning dapat mempengaruhi pemikiran dan perilaku kita, baik secara positif maupun negatif. Kita sebagai umat yang satu, harus bertekad untuk membantu diri kita, sekaligus para pemuda untuk menajamkan kecendrungan pada simbol dan nilai-nilai Islam. Salah satu caranya adalah dengan membantu mengenalkan simbol hijab. Bahwasannya hijab adalah simbol penghormatan dan kepatuhan pada Allah SWT, tidak ada hubungannya sama sekali dengan kehinaan dan pelecehan. Bahwasannya keterlanjanganlah yang menyebabkan pelecehan dan penindasan.

Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS Al-Isra: 9)


Sumber: http://www.khilafah.com/how-classical-conditioning-is-used-to-influence/

Advertisements

Author:

Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah | Blogger | Writer | Sedang berjuang menuntaskan amanah sebagai anak, mahasiswa, dan pengemban dakwah. Doakan agar istiqamah. Semoga kita bersua di jannah-Nya..Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s