PERAN DAN KEDUDUKAN MASJID (BAG. 3)

12. Masjid adalah Tempat Makan Bagi Yang Kelaparan dan Fakir Miskin

Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Abdullah Ibnu Al Harits berkata “Kami makan roti dan daging didalam masjid semasa Rasulullah SAW masih hidup.” Bukhari juga meriwayatkan dalam shahihnya bahwa orang-orang suffah tinggal di dalam masjid, mereka bahkan makan disana.

13. Masjid Adalah Tempat Perayaan, Bersosialisasi dan Bergembira

Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Aisyah berkata “Rasulullah SAW pernah melindungiku ketika aku menyaksikan orang-orang Abyssinians memainkan tombak-tombak mereka di dalam masjid.” Aisyah juga meriwayatkan “Seorang gadis berkulit hitam yang tinggal di ruangan kecil di dalam masjid datang untuk berbicara padaku, dan setiap saat dia duduk dia membaca puisi.” Hadits ini memberikan indikasi mengenai kebolehan untuk tidur dan beristirahat di dalam masjid.

Muslim meriwayatkan bahwa Jabir Ibnu Samra berkata.”Rasulullah SAW tidak akan bangkit dari tempatnya melakukan sholat subuh sampai matahari terbit dan ketika matahari terbit beliau akan bangkit.” Dia juga meriwayatkan, ”Mereka berbicara dan menyebut hal-hal dimasa jahiliyah, mereka akan tertawa dan rasulullah SAW akan tersenyum.

14. Masjid Adalah Tempat Meminta Pertolongan

Muslim dan Nisa’I menguraikan sebuah hadits dari Abu Hazim salman Al Asyja’I bahwa Rasulullah SAW mengizinkan fakir miskin mencari bantuan ke masjid. Abu Dawud juga mencantumkan dalam karyanya satu bab khusus yang brjudul “Bab Al Mas’alah (Permohonan) didalam masjid”.

Abdul Rahman bin Abu Bakar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Sudahkah seseorang dari kalian memberi makan fakir miskin hari ini? Abu Bakar berkata “Aku memasuki masjid dan aku melihat seorang pria mengemis disana. Abdul Rahman memiliki banyak roti ditangannya sehingga aku mengambil dan memberikannya padanya.”

15. Masjid Adalah Tempat Beribadah dan Berdoa

Shalat fardlu dilakukan di masjid, seruan Allah SWT juga dikumandangkan dari sana. Masjid merupakan pusat kebudayaan yang besar dimana para ulama mengajar kajian kelompok (halaqah), debat dan membicarakan ilmu Al Qur an, fiqh dan Bahasa Arab.

Masjid bukanlah perusahaan yang terbatas atau perusahaan umum yang terbatas seperti yang terjadi pada masjid-masjid di Barat dewasa ini. Masjid bukan pula sebuah asosiasi atau organisasi sosial dan bukan pula tempat dimana ritual keagamaan dimonopoli karena seluruh bumi ini adalah masjid.

16. Masjid adalah jami’ah

Masjid adalah sebuah jami’ah (tempat berkumpul) dimana shalat jum’at diadakan. Pertemuan-pertemuan penting ummat juga dilakukan disana. Ada lima shalat fardlu setiap hari yang dilakukan secara berjamaah. Masyarakat bertemu di sana, terikat oleh kecintaan kepada Allah SWT dan ketaatan kepada-Nya sebagaimana Allah SWT berfirman: “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu.” (QS. At Taubah [9]: 112).

Sebagai tambahan pertemuan mingguan yang wajib atas laki-laki muslim dan dirancang agar masyarakat dapat berdiskusi tentang kejadian-kejadian dikalangan ummat dan melaksanakan perintah shalat jum’at.

17. Masjid Adalah Tempat Terbaik

Masjid menjadi tempat yang paling baik dan tempat terbaik untuk itikaf. Bukti dan dalil yang menyebutkan fakta bahwa barang siapa secara rutin pergi ke masjid adalah orang-orang diantara orang terbaik diuraikan dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, dimana beliau menasehati kita agar bersaksi bahwa seorang mukmin adalah seseorang yang secara rutin pergi ke masjid.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian melihat seorang laki-laki secara rutin pergi ke masjid, maka persaksikanlah bahwa dia seorang mukmin.”

Rasulullah SAW menetapkan bagi kita hukum sunnah (mandub) melakukan I’tikaf di dalam masjid dan hal ini trcantum dalam semua kitab hadits dan tidak ada perbedaan pendapat tentang hal ini.

18. Masjid Adalah Tempat Beberapa Hukuman Ditetapkan

Para Imam Hadits sepakat dengan apa yang diriwayatkan oleh Sahal bin Sa’ad bahwa dia menyaksikan Rasulullah SAW menetapkan keputusan hukum kasus Mula’ana atau Li’an di dalam masjid, berkenaan dengan Hilal bin Umayyah yang menuduh istrinya berzina (berselingkuh) tanpa memiliki bukti.

19. Masjid adalah salah satu bangunan yang pertama dibangun untuk seluruh umat manusia

Pembangunan sebuah masjid adalah poin awal dari ekspansi Islam yang meliputi seluruh dunia, karena masjid menerangkan satu bagian terpenting dari kehidupan kaum muslimin. Hal ini dapat dilihat dari contoh yang diberikan Rasulullah Muhammad SAW, yang mulai membangun sebuah masjid begitu beliau menegakkan Negara Islam di Madinah. Rasulullah ikut ambil bagian langsung dalam pembangunan masjid. Masjid juga menjadi jalan bagi implementasi praktis Islam baik sebagai Negara maupun masyarakat.

Masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW sangat sederhana, pilar-pilarnya dari batang pohon kurma dan dindingnya terbuat dari tanah liat. Tapi masjid yang sederhana yang dibangun Rasululluh SAW ini, menjadi tempat pertama bagi perjuangan Islam dan markas besar (pusat pemerintahan) negara Islam. Inilah tempat Rasulullah memerintah dan mengajar para shahabat, para penghuni surga yang telah menerangi para tiran yang dzalim, memurnikan jiwa dan raga mereka, mengajarkan kebenaran, mengajarkan mereka agar dapat memahami mana yang fardu yang mandub, yang mubah yang makruh dan mana yang haram.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk beribadah manusia ialah Baitullah di bakkah (Makkah).” (QS Ali Imran [3]: 96)

Allah SWT juga berfirman: “Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan (negeri) mereka tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok?” (QS Al Ankabut [29]: 67)

Juga dalam firman-Nya yang lain: “Dan (ingatlah), ketika kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah dengan mengatakan “Janganlah kamu menyekutukan Aku dengan sesuatu dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang ruku dan sujud.” (QS Al Hajj [22]: 26).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s