Posted in Tsaqafah

PERAN DAN KEDUDUKAN MASJID (BAG 2)

5. Masjid Adalah Tempat Berpidato Berorasi dan Berpuisi
At Tirmidzi dan Al hakim meriwayatkan sebuah hadits dari riwayat Aisyah yang mengatakan “Rasulullah memerintahkan untuk menydiakan sebuah mimbar bagi Hasan di dalam masjid yang dari mimbar tersebut dia akan menyindir orang-orang kafir.”

Diriwayatkan oleh Hasan bin Tsabit Al Ansari, ”Aku bertanya kepada Abu Hurairah: Demi Allah! Katakan padaku apa benar engkau mendengar Rasulullah ketika beliau berkata “Wahai Hassan! Ulangi lagi penjelasan rasulullah SAW. Ya Allah! Bantulah dia dengan Al Quds.” Abu Hurairah menjawab, ”Ya”.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir Samra yang berkata, “Aku menyaksikan Rasulullah SAW lebih dari sekali, duduk di masjid sementara shahabat akan mengingat-ingat puisi atau sesuatu dari masa jahiliyah, beliau kadang-adang tersenyum pada mereka.”

6. Masjid adalah pusat penahanan tahanan perang
Rasulullah mengirim beberapa pasukan berkuda ke Najd dan mereka membawa seorang laki-laki yang bernama Tsumamah bin Utsal dari Bani Hanifah (sebagai tahanan perang). Mereka mengikatnya di salah satu tiang masjid, menunggu keputusan Rasulullah. Ketika Rasulullah datang, beliau menyuruh mereka agar melepaskannya. Tsumamah kemudian meninggalkan masjid Rasulullah, dia berlalu sampai tiba di sebuah kebun kurma di pinggir Madinah dekat al-Baqi’ yang ada mata airnya. Tsumamah menghentikan kendaraannya di sana. Dia bersuci dengan menggunakan airnya secara baik, kemudian membalikkan langkahnya menuju masjid. Begitu dia tiba di masjid, dia berdiri di hadapan sekumpulan orang dari kaum muslimin dan berkata, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhaq di sembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.”

7. Masjid adalah tempat pembagian harta rampasan perang
Diriwayatkan dalam shahih Bukhari bahwa Rasulullah SAW medistribusikan dan membagi uang rampasan perang dari Bahrain di dalam masjid

8. Masjid adalah rumah sakit tempat perawatan korban perang
Dalam peristiwa Perang Khandaq atau Perang Ahzab, Kota Madinah dikepung oleh sekutu-sekutu kafir Quraisy. Sa’ad bin Muadz pun turut serta dalam perang yang sangat sulit ini. Dalam perang itu, urat nadi Sa’ad disambar oleh sebuah anak panah, darah pun deras mengalir dari tangannya. Ia dirawat secara darurat untuk menghentikan keluarnya darah. NAbi SAW memerintahkan agar Sa’ad dibawa ke masjid, dan didirikan kemah untuknya agar ia berada di dekat beliau selama perawatan.

9. Masjid adalah rumah bagi para pengungsi, masyarakat miskin dan membutuhkan, serta para musafir
Bukhari meriwayatkan bahwasannya Rasulullah SAW menyediakan sebuah ruangan khusus di masjid sebagai tempat penampungan masyarakat miskin, yang pada waktu itu adalah penduduk Sufah. Ahlus sufah adalah para sahabat yang datang dari luar madinah, dan mereka tidak memiliki tempat tinggal di Madinah. Oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibuatkan atap di salah satu sudut masjid untuk tempat tinggal mereka. Jumlah mereka bisa mencapai 70 orang. Kadang jumlahnya berkurang karena kembali ke daerahnya, atau bertambah.

Bukhari juga meriwayatkan bahwasannya Ibnu Umar RA ketika masih muda, bujangan, dan belum berkeluarga, beliau tidur di masjid Nabawi.

10. Masjid adalah tempat peristirahatan
Ubadah bin Tamim meriwayatkan hadits dari pamannya yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW merebahkan diri untuk istirahat di dalam masjid.

Ahmad, Nasa’i dan Abu Dawud meriwayatkan hadits dari Abdullah Ibnu Umar yang berkata “Semasa rasulullah SAW masih hidup kami tidur didalam masjid dan tidur siang disana ketika kami masih muda.

Bukhari juga meriwatkan hadist yang menjelaskan bahwasannya Rasulullah SAW mendatangi Ali yang sedang tidur di masjid. Kain penutup pundaknya terjatuh dan mengenai tanah. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membersihkannya, dan memanggilnya, ”Bangun! hai Abu Thurab…, bangun! hai Abu Thurab…”.

11. Masjid adalah tempat tempat mencari keridhaan dan derajat yang baik di sisi Allah
Bukhari, Ahmad, dan Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Allah akan menyediakan seperempat surga bagi siapa saja yang secara rutin pergi ke masjid. Setiap kali dia datang dan pergi.”

Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Sa’id bahwa Rasulullah bersabda “ Jika kalian melihat seorang laki-laki secara rutin pergi ke masjid bersaksilah bahwa dia seorang mukmin,”

Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW berkata,”Barang siapa yang menyucikan dirinya di rumah dan kemudian dia berjalan ke salah satu rumah Allah untuk melakukan salah satu perintah Allah SWT, setiap langkahnya akan menghapus satu dosa dan yang lain akan meningkatkan pahalanya.”

Muslim meriwayatkan dari jalur Ibnu Hurayrah bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menyucikan dirinya di rumah kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah untuk menjalankan perintah Allah, tiap langkahnya akan menghapus satu dosanya dan yang lain akan meningkatkan pahalanya.

[bersambung]

Advertisements

Author:

Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah | Blogger | Writer | Sedang berjuang menuntaskan amanah sebagai anak, mahasiswa, dan pengemban dakwah. Doakan agar istiqamah. Semoga kita bersua di jannah-Nya..Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s