Posted in Terjemah, Tsaqafah

PERAN DAN KEDUDUKAN MASJID (BAG. 1)

Sekarang ini banyak orang yang menganggap masjid hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah ritual semata seperti shalat. Sehingga tidak ada satupun aktivitas yang diperbolehkan selain shalat. Jika ada seseorang yang membicarakan permasalahan terkini seperti korupsi oleh penguasa muslim, atau isu yang berhubungn dengan sistem ekonomi atau sistem sosial dalam Islam, maka akan diberhentikan. Banyak masjid yang memberlakukan larangan mendiskusikan urusan kaum muslimin, bahkan menyerukan agar urusan kenegara dipisahkan dari masjid. Hal ini terjadi di negara-negara Barat dimana masjid biasanya dijalankan oleh kelompok atau individu.

Semua itu dilarang dalam Islam. Alamiahnya, masjid adalah pusat kegiatan umat Islam. Dalam pandangan syari’at, masjid memainkan peran penting di kalangan kaum muslimin. Adapun kedudukan masjid dalam buku-buku fiqih menurut ulama klasik yaitu sebagai sentral atau pusat, yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Masjid adalah markas pemimpin tertinggi negara Islam
Masjid juga merupakan pusat dimana kegiatan kenegaraan dijalankan. Nabi SAW menemui utusan, menandatangani perjanjian, memutuskan perkara pihak-pihak yang bersengketa, dan lain-lain. Khalifah sebagai kepala negara akan menguraikan garis besar kebijakan yang diambil beserta metode, berbicara dan berdebat dengan lawannya tanpa diselimuti rasa takut di dalamnya. Pidato Khalifah Abu Bakar juga terlaksana di dalam masjid Nabi SAW, ketika beliau di bay’at. Pidato Abu Bakar tersebut dikenal sebagai pidato tersingkat yang pernah disampaikan oleh seorang kepala negara yang isinya sebagai berikut:
“Saudara-saudara, Aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik diantara kalian semuanya, untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah aku. Sifat jujur itu adalah amanah, sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan. ‘Orang lemah’ diantara kalian aku pandang kuat posisinya di sisiku dan aku akan melindungi hak-haknya. ‘Orang kuat’ diantara kalian aku pandang lemah posisinya di sisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya. Janganlah diantara kalian meninggalkan jihad, sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah Swt. Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada kewajiban bagi kalian untuk mematuhiku. Kini marilah kita menunaikan sholat semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua”.

2. Masjid adalah bagian dari Departemen Informasi dan Kebudayaan
Masjid merupakan pusat informasi Islam yang penting. Semua informasi yang berhubungan dengan isu strategis diumumkan di masjid. Di sana juga dapat dipastikan keberhasilan dakwah dan informasi dengan adanya kontak langsung antara penyampai dan penerima pesan. Adzan merupakan informasi mengenai waktu shalat dan dalam waktu bersamaan berarti mengampanyekan Islam dan menyebarkannya. Pembelajaran Alquran dalam bentuk melingkar, fiqih, dan konferensi juga merupakan metode untuk memperoleh informasi tentang Islam.

Nabi SAW menggunakan masjid sebagai tempat ibadah, sebagai pusat informasi, titik pertemuan bagi kaum muslimin dimana mereka melakukan shalat, belajar, konsultasi, dan untuk melatih para mujahidin. Persiapan perlengkapan dan perencanaan untuk jihad, serta strategi penyebarluasan dakwah Islam juga dilakukan di sana.

3. Masjid sebagai mahkamah pengadilan
Masjid digunakan sebagai tempat pemutusan perkara serta tempat mendengarkan aspirasi dari rakyat. Ada banyak bukti yang mendukung hal ini, serta tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama mengenai hal ini.

4. Masjid sebagai tempat pembelajaran dan pengajaran
Masjid mengajarkan perkara pokok seperti aqidah, tatacara ibadah serta hukum-hukum syara’ yang mengatur segala hal yakni politik, ekonomi, sosial, hukum, dan lain-lain. Kebijakan yang diterapkan berdasarkan Alquran dan As Sunnah dengan tujuan membangun kepribadian Islam. Caranya, dengan membentuk kelompok-kelompok halqah, debat, dan konferensi. Pertemuan-pertemuan itu dilandasi dengan niat mendapatkan ridha Allah SWT. Malaikat-malaikat senantiasa menaungi mereka ketika menuntut ilmu. Kegiatan di masjid dilaksanakan setiap waktu, tanpa membutuhkan lembar pendaftaran atau surat izin khusus, serta menerima kalangan manapun baik tua maupun muda, perempuan atau laki-laki, muslim atau nonmuslim, manusia berkulit putih atau hitam, serta menerima orang Arab maupun di luar Arab.

Peran manajemen masjid akan diambil oleh Kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan, yang ditunjuk langsung oleh Khalifah, yang sekarang lebih dikenal sebagai ‘Kementrian Informasi dan Seni’ yang kini telah lenyap di negeri muslim akibat pandangan sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan). Bahkan, Kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan akan menunjuk orang yang bertanggungjawab menyediakan fasilitas umum di masjid, perguruan tinggi, dan pasar.

[bersambung]

Advertisements

Author:

Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah | Blogger | Writer | Sedang berjuang menuntaskan amanah sebagai anak, mahasiswa, dan pengemban dakwah. Doakan agar istiqamah. Semoga kita bersua di jannah-Nya..Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s