LUPA

Sahabat..diantara kita mungkin pernah bahkan sering lupa akan sesuatu atau melupakan seseorang. Kita lupa dimana menaruh barang-barang yang yang penting seperti kacamata, peniti, kaos kaki, dan semacamnya.  Kita lupa pada teman-teman yang pernah bersama kita sewaktu masih di taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kita pernah lupa akan untaian kalimat yang kita hafal lewat buku atau untaian kata dalam Alquran. Semua itu menunjukkan betapa lemahnya manusia sebagai makhluk.

Namun ternyata lupa itu tak melulu berdampak buruk. Ternyata ada juga lupa yang berdampak baik (ngeles ini mah hehe). Lupa itu kadang bisa timbul akibat ulah maksiat yang kita lakukan. Bahkan ulama sekaliber Imam Syafi’i pun pernah lupa hapalan Alqurannya lantaran melihat aurat seorang wanita. Maka hari ini, kalau kita sering lupa maka bisa jadi itu karena banyaknya dosa dan maksiat yang dilakukan. Mulai dari dosa hati, dosa lisan, dosa pendengaran, dosa penglihatan, dan dosa anggota tubuh lainnya.

Bagaimana tidak, satu langkah menjejakkan kaki ke luar rumah, maka yang ditemui adalah pemandangan. Tapi bukan pemandangan gunung dengan sawah dan jalan yang sering kita gambar di buku sewaktu SD. Pemandangan itu tak lain adalah pemandangan wanita dengan pakaian ketat dan serba kekurangan bahan. Belum lagi kalau zaman dulu, para pemuda tanggung berkumpul di jembatan sore hari sambil bawa gitar (ini mah di kampung saya), kalau ada wanita yang lewat pasti disorakin beramai-ramai. Beruntung jika kita sabar, jadi bisa maklum. Nah, kalau kita punya sedikit stok sabar, bisa-bisa ngamuk sampai rumah. Dosa hati. Atau ketika kita naik angkutan umum, ternyata sopirnya nyetel lagu ‘Cinta satu malam’, walhasil telinga ini mendengarkan bait-bait syair tak senonoh. Dosa pendengaran.

Tapi..ternyata ada loh lupa yang syar’i hehe. Lupa yang syar’i itu..jika kita pernah dilukai tapi berusaha melupakan. Ketika berbuat baik, kita berusaha untuk tidak mengingat-ingat. Ketika melihat aib dan kekurangan orang lain, kita tak berusaha menyimpannya di hati untuk kemudian diteliti. Ketika memberikan bantuan atau sedekah kepada orang lain maka tangan kiri tak mengetahui apa yang telah dilakukan tangan kanan. Terakhir, lupa yang syar’i itu adalah ketika masing-masing kita punya masa lalu yang kelam tapi kita bersedia berdamai dengannya dan perlahan melupakan. Nah untuk yang terakhir ini syukur-syukur bisa amnesia betulan hehe.

Jadi..tak semua lupa berujung petaka. Ada lupa yang patut diwaspadai dan ada lupa yang harus disyukuri sebagai nikmat. Coba bayangkan jika otak kita merekam memori mulai dari kecil hingga sekarang, dari kejadian yang menyenangkan hingga kejadian yang paling menyakitkan, otak kita pasti akan mumet dan ruwet. Termasuk ketika membaca buku, jika manusia tidak dianugerahi sifat pelupa mungkin semua orang tidak perlu jor-joran belajar sebab kapasitas otak kita langsung bisa memindai otomastis dan merekam segala informasi dalam waktu singkat.

Tapi jangan mentang-mentang setelah membaca tulisan abstrak ini, kalau kita jadi sering lupa trus ditanya sama orang tua, teman atau guru ngaji mengenai penyebabnya kemudian kita berdalih, “Loh kan lupa itu anugrah Allah..” Padahal sebelumnya dia bermaksiat sama Allah, habis ngambil jatah makan kucing (ikan maksudnya karena disana ada juga rezeki kucing) tanpa bilang-bilang. Atau sebelumnya habis mojok sendirian sambil nangis karena nonton film korea yang isinya roman picisan. Jangan sampai ya..hehe

Agar kita tidak sering lupa, maka resepnya berdo’alah pada Allah SWT agar diberi ingatan yang bagus. Harus berusaha fokus juga karena barangkali sewaktu baca buku atau ketemu orang, ingatannya kemana-mana. Yang ditemui siapa eh malah ingatnya si dia. Juga, kurangi maksiat karena maksiat itu dapat meludeskan hapalan Alquran..hehe

Udah ya.. Semoga tulisan abstrak ini menginspirasi teman-teman untuk bisa memposisikan lupa pada tempatnya.. Semoga lupa kita adalah lupa yang syar’i aamiin..

Terakhir..

#YukBerhijrah

#YukTobat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s