Posted in Opini

SISI GELAP PEREMPUAN DI ERA KAPITALIS

Orang tua memegang peranan penting terhadap pegasuhan dan pendidikan anak, terutama ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibulah yang seharusnya menanamkan nilai-nilai awal berupa aqidah serta nilai keislaman lainnya. Di era kapitalisme seperti sekarang ini, dimana tuntutan bekerja untuk memenuhi nafkah semakin besar seiring dengan meningkatnya biaya hidup membuat para wanita, terutama kaum ibu terpaksa terjun ke dunia kerja demi mendapatkan kebutuhan pokok yang layak. Mereka turut bekerja sebagaimana kaum adam bekerja. Akibatnya hak anak atas penanaman aqidah dan nilai keislaman dan nilai moral tak terpenuhi. Ujung-ujungnya hal ini tentu dapat membuat anak merasa jenuh sehingga berusaha melampiaskan dengan mencari teman yang dapat membantunya untuk sekedar bercerita dan mencurahkan perasaannya. Lebih jauh lagi, hal ini akan semakin parah manakala sang anak justru dekat dengan lawan jenis ketimbang orang tuanya. Sehingga lama kelamaan hal ini dapat menjurus pada pergaulan bebas. Apalagi jika sebelumnya anak tak dididik dengan pemahaman Islam yang mendasar sehingga mudah goyah bila dihadapkan pada ujian syahwat (nafsu). Jangankan berusaha untuk menepis godaan tersebut, mereka malah menganggapnya sebagai sesuatu hal yang lumrah, yaitu perasaan mencintai lawan jenis meskipun secara sadar atau tidak, perbuatan mereka telah melabrak dan menodai syaria’t Islam yang agung.

Pengaruh media

Gencarnya arus liberalisasi dalam sistem kapitalisme sekarang tak hanya berefek pada kehidupan nyata. Para kapitalis juga turut menyumbangkan pengaruh terbesarnya pada media baik media cetak (koran, surat kabar, majalah) maupun elektronik (TV, radio, internet, dll). Berbagai berita yang disuguhkan tak lain demi mengejar rating agar untuk meraup keuntungan yang banyak. Media sekarang sangat berpotensi merusak serta meracuni akal dan moral para generasi muda. Berbagai subliminal message mengenai sex disisipkan pada film-film sehingga para remaja yang menontonnya menjadi terbius dan menuruti keinginan si pembuat fim. Selain itu, hal yang tak kalah berbahaya adalah konten-konten porno yang tersebar secara bebas di internet. Siapapun dapat dengan mudah mengakses situs tersebut, tak terkecuali anak kecil dan remaja yang memiliki sifat ingin tau yang besar. Konten-konten tersebut merusak cara berpikir generasi muda dan mendorong mereka menyalurkan gharizah nau’nya pada sesuatu yang diharamkan Allah SWT.

Perempuan: komoditas dalam sistem kapitalis

Sistem kapitalis saat ini benar-benar telah menguasai segala sektor kehidupan. Mereka menancapkan pengaruhnya di bidang politik, ekonomi, kebudayaan, militer, hingga sosial. Penderitaan yang dirasakan akibat ulah kaum kapitalis ini dirasakan oleh berbagai kalangan, termasuk perempuan. Mereka dijadikan alat untuk diperas otak dan tenaganya demi menguntungkan sebagian kalangan. Dibidang akademik misalnya, mereka rela berpeluh keringat demi melahirkan sebuah proposal agar didanai asing. Bahkan banyak dari mereka yang mendapatkan pekerjaan yang tak layak seperti tukang sapu jalanan, pemulung, kuli becak, dan sebagainya. Tak sedikit juga dari mereka yang direnggut kesuciannya dengan cara yang sadis. Para kafir Barat dan antek-anteknya telah menodai kehormatan jutaan muslimah di dunia secara paksa. Mereka juga tanpa rasa malu dan bersalah menganiaya para wanita dan anak-anak kecil. Peristiwa yang terjadi di Gaza menunjukkan betapa sesungguhnya teroris Amerika dan anteknya hanya berani membusungkan dada pada kaum yang lemah dan tertindas, namun terkencing-kencing ketika berhadapan dengan anak-anak.

Mengentas kapitalisme: Islam satu-satunya solusi

Berbagai ketidakadilan yang dirasakan para wanita saat ini adalah salah satu dari sekian banyak dampak yang ditimbulkan akibat penerapan kapitalisme. Namun parahnya, negara tidak mampu menghilangkan krisis tersebut. Tak ada tanda-tanda wanita dan anak-anak hidup sejahtera dibawah sistem kapitalis. Selama ideologi ini diterapkan, berbagai penderitaan dan kemelaratan akan senantiasa mengungkung para wanita. Oleh sebab itu ummat sangat merindukan kehadiran Mu’thasim-mu’thasim baru yang akan berupaya mengerahkan pasukannya saat seorang wanita dilecehkan. Ummat menanti kehadiran khilafah dengan pemimpinnya yang mampu mengayomi rakyat. Ummat merindukan sosok seperti Umar ibn Khaththab yang bahkan sangat takut ditanyai Allah SWT manakala ada jalan yang berlubang yang akan membuat seeokor keledai jatuh terperosok kedalamnya. Ummat saat ini benar-benar membutuhkan sebuah sistem yang melindungi perempuan. Satu-satunya sistem yang telah teruji yang bahkan bertahan selama lebih dari 13 abad yaitu sistem khilafah yang berlandaskan ideologi Islam.

Agar tak jadi buih

Semoga bisyarah Rasulullah SAW tentang tegaknya khilafah segera terwujud. Oleh sebab itu ummat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, semuanya berkewajiban untuk menyampaikan Islam yang haq. Sebab Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menyampaikan Islam, meskipun hanya satu ayat, meskipun belum menghafal sekian juz Al-Quran dan Hadist. Sebab, jika ummat Islam hanya diam terhadap kedzaliman, maka Allah akan menimpakan bencana yang tidak hanya menimpa orang-orang zhalim, serta tidak dikabulkannya do’a orang-orang yang beriman. Tidak benar anggapan bahwasannya seorang perempuan mutlak berada dirumah dan hanya mengurusi rumah tangga. Sebab wanita juga diwajibkan keluar untuk menuntut Ilmu, juga berdakwah kepada sesama wanita muslimah lainnya. Akhir kata, marilah kita bersama-sama memperjuangkan kembalinya Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Marilah kita bersatu dibawah panji Islam dalam rangka membangun peradaban Islam yang agung, agar kita tak termasuk ummat yang banyak jumlahnya namun serupa buih di lautan dan menjadi rebutan Kafir Barat dan antek-anteknya.

Wallahu a’lam

Advertisements

Author:

Muslimah Pejuang Syariah & Khilafah | Blogger | Writer | Sedang berjuang menuntaskan amanah sebagai anak, mahasiswa, dan pengemban dakwah. Doakan agar istiqamah. Semoga kita bersua di jannah-Nya..Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s