PERBEDAAN ORIENTASI DAKWAH YANG DIEMBAN KELOMPOK DENGAN DAKWAH YANG DIEMBAN DAULAH

Adapun membedakan dakwah yang diemban oleh kelompok/jamaah di tengah-tengah umat Islam dengan dakwah yang diemban oleh Daulah Islam adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk aktifitas yang dilakukan para pengemban dakwah. Bahwa dakwah yang diemban Daulah Islam akan menonjolkan segi praktis (amaliyah) berupa diterapkannya Islam secara totalitas dan sempurna, sehingga kaum Musliam mengenyam kebahagiaan didalam kehidupannya, begitu pula kalangan nonmuslim (kafir dzimmi) yang hidup didalam naungan dan lindungan Daulah islam dapat melihat cahaya islam, yang pada akhirnya mereka berbondong-bondong masuk islam secara sukarela, tanpa dipaksa, penuh kerelaan dan ketentraman.

Sedangkan dakwah yang diemban oleh suatu jamaah atau kelompok tidak lain berupa aktivitas-aktivitas lainnya. Karena itu aktivitas yang ditempuh adalah dengan metode fikriyyah (metode yang beranjak dari pemikiran) bukan aktivitas yang berbentuk amaliah-praktis. Dakwah yang dikembangkan sebuah kutlah kepada kaum muslim tidak lain dalam rangka memahamkan islam agar mereka mampu melanjutkan kehidupan Islam, disamping berjuang melawan setiap unsur yang merintangi dakwah dengan cara-cara yang diharuskan oleh perjuangannya.

Rasulullah SAW ketika menyerukan Islam di Mekkah yang penuh dengan berbagai kefasikan/kemaksiatan dan kekejian, tetapi beliau tidak mengambil tindakan apapun untuk menghilangkannya. Demikian pula berbagai bentuk kezhaliman, penyelewengan, kefakiran dan kemiskinan yang nampak secara nyata, namun tidak terdapat bukti bahwa Beliau melakukan suatu langkah praktis untuk menghapuskan semua itu. Juga, berhala-berhala yang berdiri tegak di sekeliling dan diatas kakbah, walaupu begitu tidak terbukti Beliau berusaha memusnahkannya. Akan tetapi Beliau hanya mencela Tuhan mereka, menganggap dungu akal pikiran mereka dan merendahkan perbuatan mereka. Beliau hanya membatasi diri dengan ucapan dan aspek pengembangan pemikiran semata.

Namun pada saat Daulah Beliau tegakkan dan berhasilnya penaklukan kota Mekkah, tak satupun berhala-berhala tersebut tersisakan. Demikian juga pemberantasan terhadap berbagai kefasikan, kedurhakaan, kezhaliman, penyelewengan, kefakiran dan kemiskinan tak satupun Beliau tinggalkan.

Karena itu tidak diperbolehkan bagi suatu kelompok yang mengemban dakwah – dalam kapasitasnya sebagai sebuah kelompok – melakukan aktivitas selain dakwah. Hendaknya kelompok tersebut membatasi dirinya dalam aspek dan ide dakwah. Meskipun demikian, tidak ada larangan bagi individu-individu anggota suatu kelompok dakwah mengerjakan aktivitas sosial atau kemasyarakatan. Akan tetapi suatu kelompok dakwah tidak diperkenankan melakukannya, karena tugasnya tidak lain adalah menegakkan Daulah Islam agar dapat mengembangkan dakwah ke seluruh dunia. Bedanya, Dakwah Rasulullah SAW kepada penduduk Mekkah adalah menyeru orang-orang kafir untuk beriman, sedangkan dakwah pada masa kini adalah menyeru kaum muslim untuk memahami Islam dan mengamalkannya.

Dikutip dari buku Mafahim Islamiyyah karangan KH. Hafidz Abdurrahman, MA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s